MH17 hancur dihantam sejumlah obyek

Sumber gambar, Reuters
Tim pakar Belanda mengatakan pesawat Malaysia Airlines MH17 hancur di angkasa setelah dihantam sejumlah obyek yang membelah pesawat dalam kecepatan tinggi.
Temuan yang disampaikan dalam laporan awal Badan Keselamatan Belanda itu juga menyatakan tidak ada bukti kesalahan teknis atau human error.
"Pesawat itu hancur di angkasa mungkin karena kerusakan struktur yang disebabkan sejumlah obyek berkecepatan tinggi yang menembus pesawat dari luar."
Tim pakar tersebut mengandalkan informasi dari kotak hitam, pengatur lalu lintas udara, gambar satelit dan foto dari lokasi untuk melengkapi laporan awal ini.
Sejauh ini, menurut mereka, rekaman suara di kokpit tidak menunjukkan tanda-tanda kegagalan teknis atau situasi darurat,
Pesawat Boeing 777 tersebut sedang dalam perjalanan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur ketika jatuh di antara Krasni Luch di Luhansk dan Shakhtarsk di Donetsk.

Sumber gambar, Reuters
Seluruh penumpang pesawat yang berjumlah 298 orang, sebagian besar dari Belanda, meninggal dunia ketika pesawat jatuh. Sebanyak 12 orang di antara mereka adalah warga negara Indonesia.
Laporan awal
Meski ini bukan laporan final, temuan yang akan <link type="page"><caption> dipresentasikan Selasa (09/09)</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140909_mh17_belanda_report.shtml" platform="highweb"/></link> sangat penting karena merupakan hasil penyelidikan resmi pertama mengenai apa yang terjadi, kata wartawan BBC Anna Holligan di Den Haag.
Namun, laporan itu tidak akan menunjuk siapa yang bersalah atas tragedi penerbangan tersebut, kata Anna.
Pakar-pakar dari Inggris, Jerman, Australia, Malaysia, AS, Ukraina dan Rusia bekerja sama dalam kasus ini.
Badan tersebut mengatakan laporan final kemungkinan akan dirilis dalam waktu satu tahun.
Pemerintah Ukraina dan beberapa pemimpin Barat mengatakan ada bukti kuat bahwa separatis pro-Rusia menembak jatuh pesawat itu dengan sistem anti-pesawat bernama Buk.
Rusia selama ini menyangkal tuduhan bahwa mereka memasok senjata atau rudal kepada pemberontak.









