MH17: Belanda akan rilis laporan awal

mh17

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pemberontak pro Rusia dituduh menjarah benda-benda milik penumpang

Tim pakar Belanda dijadwalkan merilis laporan pertama mengenai penyebab jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina timur, pada Selasa (09/09).

Badan Keselamatan Belanda memimpin penyelidikan internasional untuk mencoba mengetahui apa yang terjadi.

Seluruh penumpang pesawat yang berjumlah 298 orang, sebagian besar dari Belanda, meninggal dunia ketika pesawat jatuh. Sebanyak 12 orang di antara mereka adalah <link type="page"><caption> warga negara Indonesia. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/09/140907_mh17_jenazah_tiba_solo.shtml" platform="highweb"/></link>

Banyak pihak menuduh pesawat itu <link type="page"><caption> ditembak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/07/140728_mh17_peluru_kendali.shtml" platform="highweb"/></link> oleh pemberontak pro-Rusia.

Tetapi pencarian bukti terkendala pertempuran di kawasan itu.

Pesawat Boeing 777 tersebut sedang dalam perjalanan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur ketika jatuh di antara Krasni Luch di Luhansk dan Shakhtarsk di Donetsk.

<link type="page"><caption> Penyidik</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140827_mh17_identifikasi.shtml" platform="highweb"/></link> penerbangan Belanda mengandalkan informasi dari kotak hitam, pengatur lalu lintas udara, gambar satelit dan foto dari lokasi untuk melengkapi laporan awal ini.

Sangat penting

supartini
Keterangan gambar, Dua belas orang korban MH17 adalah warga Indonesia

Meski ini bukan laporan final, temuan yang akan dipresentasikan Selasa (09/09) sangat penting karena merupakan hasil penyelidikan resmi pertama mengenai apa yang terjadi, kata wartawan BBC Anna Holligan di Den Haag.

Namun, laporan itu tidak akan menunjuk siapa yang bersalah atas tragedi penerbangan tersebut, kata Anna.

<link type="page"><caption> Pakar-pakar</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/07/140731_ahli_tiba_di_lokasi.shtml" platform="highweb"/></link> dari Inggris, Jerman, Australia, Malaysia, AS, Ukraina dan Rusia bekerja sama dalam kasus ini.

Badan tersebut mengatakan laporan final kemungkinan akan dirilis dalam waktu satu tahun.

Pemerintah Ukraina dan beberapa pemimpin Barat mengatakan ada bukti kuat bahwa separatis pro-Rusia menembak jatuh pesawat itu dengan sistem anti-pesawat bernama Buk.

Rusia selama ini menyangkal tuduhan bahwa mereka memasok senjata atau rudal kepada pemberontak.