Pemimpin Hong Kong tolak mundur

leung

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, CY Leung menawarkan kesempatan berunding kepada kubu demonstran.

Kepala Eksekutif Hong Kong, Leung Chun-ying, berkeras tidak akan mundur. Meski demikian, dia menawarkan kesempatan perundingan antara pemerintahan dan demonstran prodemokrasi.

Dalam konferensi pers, pemimpin Hong Kong itu mengaku telah mengutus sekretarisnya, Carrie Lam, untuk membuka pintu dialog dengan kubu demonstran sesegera mungkin.

“Federasi Pelajar Hong Kong mengeluarkan surat terbuka meminta bertemu dengan kepala sekretaris, yang mewakili pemerintah Hong Kong, untuk mendiskusikan satu hal, yaitu perkembangan konstitusi Hong Kong. Saya tidak akan mundur karena saya harus lanjut bekerja untuk pemilihan umum,” kata Leung.

Para <link type="page"><caption> pemimpin demonstrasi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/10/141001_joshua_wong" platform="highweb"/></link> merespons pernyataan tersebut seraya mengatakan bahwa mereka berniat berdiskusi dengan pemerintah, namun berkukuh <link type="page"><caption> Leung harus mundur</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140930_update_hongkong_selasa" platform="highweb"/></link>.

“Bagaimanapun, kami hendak mengulangi pandangan kami bahwa Kepala Eksekutif Leung Chun-ying bertanggung jawab atas kebuntuan ini. Karena itu, dia harus mundur,” sebut pernyataan bersama kubu demonstran.

Kemarahan

Menurut wartawan BBC di Hong Kong, Ali Moore, <link type="page"><caption> demonstran tetap berkumpul</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140930_demo_hongkong" platform="highweb"/></link> di luar kantor Chun-ying Leung dan kompleks kantor pemerintah . Mereka datang dengan kemarahan dan berhadapan dengan polisi Hong Kong.

Steve Hui, juru bicara kepolisian Hong Kong, mengatakan pihaknya tidak akan menoleransi aksi anarkis di sekitar kompleks kantor pemerintah.

Aparat keamanan berhadapan dengan para demonstran dengan dipisahkan pagar besi.

Sumber gambar, BBC CHINESE

Keterangan gambar, Aparat keamanan berhadapan dengan para demonstran dengan dipisahkan pagar besi.

Menanggapi eskalasi demonstrasi di Hong Kong, Lord Patten, selaku gubernur Inggris terakhir sebelum Hong Kong diserahkan ke Cina pada 1997, menilai aksi kekerasan tidak akan berlarut-larut.

“Cina punya banyak hal yang dipertaruhkan…Saya tidak yakin ini bakal menjadi seperti (Lapangan) Tiananmen.”