Seruan pengunjuk rasa Hong Kong bubar

Hong Kong

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Unjuk rasa prodemokrasi Hong Kong sudah berlangsung selama lima hari.

Pemerintah Hong Kong meminta para pengunjuk rasa prodemokrasi membubarkan diri secara damai di tengah-tengah pertanda meningkatnya ketegangan.

Para pemimpin mahasiswa pengunjuk rasa sudah mengancam akan menduduki gedung-gedung pemerintah jika Ketua Eksekutif, CY Leung, tidak mengundurkan diri Kamis (02/10) tengah malam.

Polisi juga menegaskan tidak akan mentolerir setiap gerakan yang melanggar hukum atas bangunan milik pemerintah.

Kepada para wartawan, juru bicara polisi Steve Hui, menegaskan pendudukan kantor pemerintah akan menimbulkan masalah keselamatan umum.

"Polisi tidak akan berdiri begitu saja dan menyaksikan, kami akan menegakkan hukum," katanya.

Pemerintah juga mengatakan para pegawai negeri akan kembali bekerja Jumat 3 Oktober setelah hari libur nasional walau massa pengunjuk rasa berkumpul di sekitar kantor mereka.

Unjuk rasa terkait dengan hak warga Hong Kong untuk memilih pemimpinnya ini berlangsung damai selama lima hari belakangan.

Hong Kong

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Pengunjuk rasa menentang Cina yang akan menentukan calon pemilih.
Hong Kong

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Pemerintah mengatakan pegawai negeri akan mulai bekerja Jumat 3 Oktober.

Mereka menentang rencana pemerintah Cina yang akan menentukan para calon yang ikut serta dalam pemilihan tahun 2017 karena meninginkan demokrasi penuh.

Beijing sudah menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap CY Leung dan Kepolisian Hong Kong.

Koran milik Partai Komunis Cina, Harian Rakyat, memuji kinerja Leung dan mengecam protes sebagai 'kerusuhan'.