Demo prodemokrasi Hong Kong berlanjut

Sumber gambar, AP
Ribuan demonstran prodemokrasi di Hong Kong tetap bertahan di lokasi unjuk rasa dan terus bermunculan di tempat lain, Senin (29/09) pagi, setelah terlibat bentrokan dengan aparat keamanan.
Ribuan pengunjuk rasa mendirikan tenda dan barikade di sekitar kompleks pemerintah, walaupun aparat keamanan memerintahkan mereka meninggalkan lokasi tersebut.
Di sejumlah tempat lainnya, sekitar 3.000 orang telah memblokir jalan utama di kawasan Mongkok, sementara sekitar 1.000 orang telah berhadap-hadapan dengan polisi anti huru hara di distrik perbelanjaan yang sibuk, Causeway Bay.
Minggu (28/09) malam, pengunjuk rasa tidak mengindahkan peringatan aparat yang menyebut <link type="page"><caption> aksi tersebut ilegal</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140928_hongkong_protes_update" platform="highweb"/></link>.
Mereka menggelar aksi di pusat kota Hong Kong, di dekat kompleks kantor pemerintah, dan <link type="page"><caption> dihalau aparat keamanan dengan tembakan gas air mata</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140928_hongkong_protes" platform="highweb"/></link>.
Pengunjuk rasa memprotes sikap pemerintah Cina yang menolak menerapkan demokrasi secara penuh di Hong Kong.
Puluhan orang ditangkap
Puluhan orang telah ditangkap, sementara ratusan demonstran masih berada di pusat kota hingga Minggu malam (28/09).
Pemimpin Hong Kong membantah informasi yang menyebut bahwa mereka akan menurunkan tentara Cina untuk menghadapi unjuk rasa.

Sumber gambar, AP
"Saya harap masyarakat tetap tenang. Jangan percaya isu," kata CY Leung, pemimpin Hong Kong.
Sebelumnya CY Leung, menyatakan bahwa demonstrasi ini ilegal, namun juga menegaskan bahwa ia mendengarkan keprihatinan dan keberatan para pengunjuk rasa.
Pemerintah di Beijing juga mengecam keras demonstrasi ini dan menyatakan mendukung sikap pemerintah Hong Kong.
Para demonstran mendesak pemimpin Hong Kong dipilih secara langsung dan bebas pada 2017.









