Krisi Ebola, Liberia pecat pejabat

Ebola

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Liberia, Sierra Leone dan Guinea memiliki jumlah penderita Ebola paling banyak

Presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf memecat 10 pejabat pemerintah yang "berada di luar negeri tanpa alasan," di tengah krisis Ebola.

Sirleaf mengatakan para pejabat menunjukkan "ketidakpekaan terhadap tragedi nasional kita dan mengabaikan otoritas".

Ke 10 pejabat tersebut diberi ultimatum satu minggu untuk kembali ke <link type="page"><caption> Liberia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140909_dunia_krisis_ebola.shtml" platform="highweb"/></link> lebih dari sebulan yang lalu.

Di antara 10 pejabat termasuk dua komisaris, enam asisten menteri dan dua wakil menteri di kementerian kehakiman.

Wartawan BBC Jonathan Paye-Layleh mengatakan sebuah siaran pers yang dikeluarkan pihak Kepresidenan Liberia hari Sabtu (13/09) menyatakan para pejabat telah dipecat "dengan pemberlakuan segera".

Siaran pers melanjutkan: "pejabat junior yang tidak tunduk pada persetujuan presiden akan kehilangan semua kompensasi dan tunjangan sampai mereka kembali ke Liberia untuk bersama-sama memerangi virus Ebola."

Sierra Leone, Liberia dan Guinea adalah negara-negara dengan jumlah penderita Ebola paling banyak dalam <link type="page"><caption> wabah </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140828_ebola_infeksi.shtml" platform="highweb"/></link>yang telah menewaskan lebih dari 2.400 orang selama beberapa bulan terakhir.