Belasan pasien Ebola hilang di Liberia

Ebola

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Pria ini membopong seorang anak perempuan ke fasilitas kesehatan di West Point

Sedikitnya 17 pasien yang ditengarai terpapar virus ebola "menghilang" di Liberia setelah sebuah pusat kesehatan di ibu kota diserang, kata pemerintah.

Pemerintah Liberia sebelumnya membantah bahwa pasien-pasien itu hilang dan mengatakan mereka dipindahkan ke fasilitas lain.

<link type="page"><caption> Wabah Ebola</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140818_ebola_who.shtml" platform="highweb"/></link>, yang menyebar dari Guinea ke Liberia, Sierra Leone dan Nigeria, telah menewaskan sedikitnya 1.145 orang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan <link type="page"><caption> pemeriksaan kesehatan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/08/140811_bandara_sukarnohatta_ebola.shtml" platform="highweb"/></link> untuk semua penumpang pesawat dari negara-negara yang terdampak.

WHO meminta pemeriksaan di bandara, pelabuhan dan perbatasan wilayah.

Sejumlah maskapai sudah menghentikan penerbangan ke Guinea, Liberia dan Sierra Leone.

Sementara itu, Kamerun telah menutup perbatasan darat, laut dan udara dengan Nigeria, kata sejumlah laporan.

ebola

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Pengamanan ditingkatkan di fasilitas-fasilitas kesehatan

Wabah ebola di Afrika Barat adalah yang terburuk di dunia hingga saat ini. Penyakit tersebut belum ada obatnya.

Kepala koordinator PBB di Sierra Leone, David McLachlan-Karr, mengatakan kepada BBC bahwa ebola telah menyebar ke <link type="page"><caption> 12 dari 13 negara</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/08/140809_nigeria_ebola.shtml" platform="highweb"/></link> di distrik negara itu.

"Sierra Leone adalah negara terakhir yang terkena dampak ebola, sekarang justru jumlah kasus ebola di negara ini yang terbanyak," kata McLachlan-Karr.

Hingga saat ini ada 810 kasus ebola yang dilaporkan di Sierra Leone dengan jumlah kematian sebanyak 348 kasus.