Prancis tunda kirim kapal perang ke Rusia

warship

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Kapal Vladivostok seharusnya dikirim ke Rusia akhir Oktober.

Prancis mengatakan kondisinya 'tidak tepat' untuk mengirimkan kapal pertama dari dua kapal laut penyerang Mistral ke Rusia.

Kantor Presiden Francois Hollande menyalahkan tindakan Moskow baru-baru ini di Ukraina sebagai penyebabnya.

Sebelumnya Prancis sudah berusaha melawan tekanan untuk menghentikan pengiriman kapal tersebut.

Prancis mengatakan mereka harus menghormati kontrak yang ada, dan sanksi Uni Eropa tidak berlaku retroaktif atas kontrak. Selain itu akan terlalu mahal untuk membatalkan pengiriman.

Vladivostok, kapal pengangkut helikopter yang pertama dari dua yang dipesan, awalnya diharapkan akan dikirim ke Russia pada akhir Oktober.

Kapal kedua, Sevastopol, tadinya akan dikirim ke Rusia tahun depan, tapi Presiden Hollande tidak menyebut tentang kapal kedua ini dalam pernyataannya.

Kantor Presiden Hollande mengatakan pernyataan Presiden Rusia dan Ukraina pada hari Rabu (03/09) tentang kemungkinan <link type="page"><caption> gencatan senjata</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140903_rusia_ukraina.shtml" platform="highweb"/></link> masih tidak memadai bagi Prancis untuk bisa memberi persetujuan pengiriman.

"Presiden republik menyimpulkan meskipun adanya prospek gencatan senjata, yang masih harus dikonfirmasi dan dilakukan, tetap belum ada kondisi yang dapat mengizinkan Prancis untuk mengirimkan kapal pengangkut helikopter itu," bunyi pernyataan dari kantor Presiden Hollande.