Uni Eropa berikan ultimatum pada Rusia

Pertempuran di Ukraina timur telah berkecamuk sejak April.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Pertempuran di Ukraina timur telah berkecamuk sejak April.

Uni Eropa memberikan waktu satu pekan kepada Rusia untuk mengurangi keterlibatan tentara mereka di Ukraina.

Jika tidak, Uni Eropa akan memberikan sejumlah sanksi baru kepada Rusia.

Presiden Dewan Eropa Herman Van Rompuy mengatakan Uni Eropa sedang bekerja untuk menyusun sanksi ketat lanjutan ini.

"Semua orang menyadari sepenuhnya bahwa kami harus bertindak cepat," katanya.

Namun dia tidak mengatakan secara spesifik sanksi apa yang akan diberikan, namun proposal akan siap dalam waktu sepekan.

Pimpinan negara barat mengatakan <link type="page"><caption> ada bukti kuat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140828_tentara_rusia_di_ukraina.shtml" platform="highweb"/></link> adanya operasi rutin yang dilakukan unit militer Rusia di Ukraina dengan persenjataan berat.

Sebelumnya, Presiden Ukraina yang berbicara para <link type="page"><caption> pertemuan Uni Eropa di Brussel</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140830_ukraina_pemimpin_eropa.shtml" platform="highweb"/></link> mengatakan negaranya adalah korban dari "agresi militer dan teror".

Dia mengatakan bahwa keterlibatan Rusia di Ukraina membuat situasi negara tidak bisa dipulihkan. "Dan itulah mengapa kami berupaya maksimal untuk menghentikannya."

Kendaraan militer Ukraina mengungsi dari Starobesheve.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Kendaraan militer Ukraina mengungsi dari Starobesheve.

Uni Eropa dan Amerika Serikat sudah memberikan sanksi berupa pembekuan aset dan larangan berpergian pada sejumlah pejabat Rusia dan pimpinan separatis di Ukraina timur.

Sanksi juga meliputi pembatasan pemberian utang kepada bank milik Rusia, melakukan blokir terhadap ekspor persenjataan dan industri minyak tertentu ke Rusia.