AS dan PBB mengutuk serangan ke Gaza

Seorang ayah menangisi anaknya yang tewas dalam serangan terbaru di Gaza.

Sumber gambar, epa

Keterangan gambar, Seorang ayah menangisi anaknya yang tewas dalam serangan terbaru di Gaza.

Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk serangan yang dilakukan ke Gaza dan Israel setelah gencatan senjata berakhir pada Jumat (08/08).

Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, mengatakan dua belah pihak harus bekerja sama untuk menciptakan "genjaran senjata yang berkelanjutan".

Senada, Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon menilai penderitaan dan kematian warga sipil di tengah konfik tidak bisa ditoleransi.

"Sekjen mendesak dua belah pihak untuk kembali menghormati gencatan senjata kemanusiaan dan melanjutkan negosiasi di Kairo untuk menciptakan gencatan yang tahan lama."

Israel pada Jumat (08/08) <link type="page"><caption> melanjutkan serangan ke Gaza</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140808_israel_serang_gaza.shtml" platform="highweb"/></link> setelah gencatan selama tiga hari berakhir. Mereka mengatakan serangan dilakukan sebagai respon serangan roket yang diluncurkan Hamas.

Tidak berunding

Hamas mengatakan <link type="page"><caption> mereka menolak gencatan lanjutan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140808_hamas_tolak_perpanjangan.shtml" platform="highweb"/></link> karena Israel tidak bisa memenuhi permintaan mereka.

Dua belah pihak telah berulang kali melanggar perjanjian gencatan senjata.

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Dua belah pihak telah berulang kali melanggar perjanjian gencatan senjata.

Sebanyak lima orang tewas pada Jumat (08/08) dan dua warga Israel luka-luka akibat serangan mortar.

Mesir, yang menengahi konflik Palestina dan Israel, meminta dua belah pihak untuk kembali ke meja perundingan.

Seorang delegasi Palestina bertemu dengan mediator Mesir di Kairo, Jumat malam. Tetapi, pejabat Israel mundur dari perundingan karena mereka "tidak ingin bernegosiasi ketika serangan kembali terjadi".

Pejabat senior Palestina, Mustafa Barghouti, mengatakan kepada BBC bahwa sebetulnya tembakkan roket ke Israel bukanlah dari Gaza tetapi dari wilayah Palestina yang lain.