McDonald menyangkal terkait Israel

mcdonald

Sumber gambar, thinkstock

Keterangan gambar, Pada unjuk rasa mendukung Palestina di KL beredar daftar boikot McDonald.

McDonald di Malaysia menentang rencana pemboikotan produknya atas dugaan kaitan dengan Israel dengan mengatakan mereka tidak melakukan "kegiatan politik, kekerasan atau penindasan".

Lewat sebuah iklan satu halaman pada koran setempat, raksasa makanan cepat saji tersebut menyatakan menentang hal ini karena hanya akan menyakiti 12.000 pegawai Malaysia -yang lebih dari 85% Muslim- lapor Malay Mail Online.

McDonald baru-baru ini menghadapi tuduhan memberikan bantuan pendanaan serangan Israel terhadap <link type="page"><caption> Gaza</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140808_israel_serang_gaza.shtml" platform="highweb"/></link>.

Jaringan fast-food ini juga menyangkal berita akan memberikan burger dan minuman gratis pada hari Jumat.

"Kami ingin menegaskan bahwa makanan gratis McDonald yang ditempatkan di Facebook tidak dikeluarkan McDonald.

"Ini adalah berita bohong yang dibuat pihak tidak bertanggungjawab," demikian isi pernyataan perusahaan itu.

Pada unjuk rasa mendukung Palestina di Kuala Lumpur beredar daftar boikot sejumlah produk dan perusahaan termasuk McDonald.

Desakan yang sama juga muncul pada media sosial.

Dua unjuk rasa dilakukan di luar rumah makan McDonald di Malaysia minggu ini.