Doa bersama Paus bersama Peres dan Abbas

Paus Fransiskus dan Mahmoud Abbas

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Paus Fransiskus mengundang Israel Shimon Peres dan Mahmoud Abbas datang ke Vatikan.

Paus Fransiskus mendesak pemimpin Israel dan Palestina memperlihatkan keberaniannya untuk mengupayakan perdamaian di Timur Tengah.

Hal itu disampaikan Paus usai berdoa bersama di Vatikan bersama Presiden <link type="page"><caption> Israel,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/israel/" platform="highweb"/></link> Shimon Peres, dan Presiden <link type="page"><caption> Palestina,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/palestine/" platform="highweb"/></link> Mahmoud Abbas.

Baggaimanapun pemimpin umat Katolik Dunia itu menegaskan bahwa Vatikan tidak berupaya untuk terlibat dalam proses perdamaian antara kedua belah pihak.

<link type="page"><caption> Perundingan damai Timur Tengah yang diupayakan </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140429_peacetalk.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Amerika Serikat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140429_peacetalk.shtml" platform="highweb"/></link> pada akhir April menghadapi jalan buntu.

<link type="page"><caption> Paus menyampaikan undangan kepada kedua pemimpin</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140525_paus_israel_palestina.shtml" platform="highweb"/></link> tersebut untuk berdoa bersama di Vatikan saat berkunjung Israel dan Palestina, akhir Mei.

Dalam acara di taman Vatikan, Peres mengatakan menciptakan perdamaian sebagai sebuah misi suci sedangkan Abbas mengharapkan sebuah sebuah perdamaian yang adil dan menyeluruh.

Ketiganya kemudian bersalaman dan didampingi pimpinan Gereja Kristen Ortodoks -Patriat Bartholomew- menanam sebuah pohon zaitun.

Vatikan

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Ketiga pemimpin bersama pimpinan gereja Kristen Ortodoks menanam pohon zaitun.
Vatikan

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Vatikan menegaskan tidak ada motif politik dibalik undangan Paus Fransiskus.

Dalam doanya, Paus mengatakan seruan untuk menciptakan perdamaian lebih memerlukan keberanian dibanding membuat perang.

"Menanamkan di hati kita keberanian untuk mengambil langkah nyata untuk mencapai perdamaian."

Para pejabat Vatikan mengatakan sama sekali tidak ada motif politik di balik undangan Paus kepada kedua pemimpin Timur Tengah tersebut.