Paus undang Presiden Israel dan Palestina ke Vatikan

Sumber gambar, AP
Paus Fransiskus mengundang pemimpin Presiden Israel dan Palestina berkunjung ke Vatikan untuk mendoakan berakhirnya konflik keduanya.
Baik Shimon Peres dan Mahmoud Abbas sudah menyatakan menerima undangan yang tidak diduga tersebut.
Paus menyampaikan undangan kepada kedua pemimpin dalam hari kedua <link type="page"><caption> lawatannya ke Timur Tengah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140524_dunia_paus_timurtengah.shtml" platform="highweb"/></link>.
Hari Minggu 25 Mei, Paus melakukan kunjungan yang tidak direncanakan ke tembok yang dibangun <link type="page"><caption> Israel</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/israel/" platform="highweb"/></link> untuk mengelilingi Tepi Barat. Di sana, pemimpin umat Katolik Dunia itu berdoa selama beberapa menit.
Paus kini berada di Israel dan sudah melakukan kebaktian bersama dengan Gereja Ortodoks Israel di Church of the Holy Sepulchre atau Gereja Makam Kudus di Jerusalem.
Usai kebaktian, Paus terbang menggunakan helikopter ke Tel Aviv dan disambut dengan Presiden Shimon Peres serta Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Kunjungan Paus ke Timur Tengah ini berlangsung hanya beberapa pekan setelah gagalnya pembicaraan damai Israel dan <link type="page"><caption> Palestina</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/palestine/" platform="highweb"/></link>.

Sumber gambar, Reuters
Dengan latar belakang tersebut -seperti dilaporkan wartawan BBC untuk urusan Timur Tengah, Jeremy Bowen- undangan <link type="page"><caption> Paus Fransiskus</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/pausfransiskus/" platform="highweb"/></link> kepada kedua presiden untuk datang ke Vatikan bisa dilhat sebagai sebuah perkembangan yang membangkitkan semangat.
Hari Senin 26 Mei, Paus akan berkunjung ke kompleks Masjid al-Aqsa di kota tua Jerusalem disusul dengan lawatan ke Kubah Shakhrakh (Dome of the Rock) dan Tembok Barat.

Sumber gambar, AFP









