Paus doakan kaum miskin dan terbuang

Sumber gambar, Getty
Paus Franciskus memimpin misa Paskah Prosesi Jalan Salib di Roma, dengan mendoakan kaum miskin dan terbuang.
Misa yang berlangsung khidmat itu menandai peringatan pengorbanan Kristus dalam Jumat Agung. Puluhan ribu orang berkumpul di sekitar Koloseum yang berusia sekitar 2.000 tahun itu.
Prosesi tersebut meliputi 14 panggung, yang dikenal sebagai titik Pemberhentian Jalan Salib, dan membacakan doa khusus.
Salah satu doa menyentuh anak-anak yang dijadikan tentara, dan tentang kematian para imigran yang berupaya mencapai negara yang lebih makmur.
Doa lain yang disampaikan adalah mengenai kelebihan kapasitas di penjara dan perlakuan terhadap orang lanjut usia.
Imigran, tahanan, bekas pecandu dan orang-orang lanjut usia berada diantara mereka yang membantu memanggul salib besar.

Sumber gambar, Getty
Paus menyampaikan untuk peduli terhadap orang-orang miskin, seperti dilaporkan wartawan BBC David Willey dari Roma.
Menolak keserakahan
Paus mendengarkan khotbah dari pastor Vatikan yang isinya menolak keserakahan dan kecintaan akan uang.
Pastor Father Raniero Cantalamessa menyampaikan masalah ketidakadilan dalam perdagangan manusia dan penderitaan yang disebabkan oleh kerusakan lingkungan.
"Uang berada dibelakang semua iblis yang ada di masyarakat kita," kata dia.

Sumber gambar, Reuters
Prosesi tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Paskah Gereja.
Paus Franciskus mendesak jemaat yang hadir untuk "mengingat seluruh orang yang terbuang" dan berbicara tentang "manusia monster" yang membiarkan iblis menuntun hidupnya.
"Iblis tidak punya sabda terakhir, tetapi cinta, kasih dan pengampunan memilikinya" kata Paus diakhir Prosesi Jalan Salib.

Sumber gambar, AP
Sabtu malam, Paus Franciskus akan memperingati Paskah di Basilika Santo Petrus. Pada Minggu, Paus akan merayakan kebangkitan Yesus dan menyampaikan pesan untuk umat Katolit sedunia.
Kamis lalu, Paus membasuh kaki dari 12 orang cacat di Roma sebagai bagian dari peringatan Kamis Putih. Dia mendobrak tradisi dengan membasuh kaki sejumlah perempuan dan seorang pria Muslim dalam sebuah upacara, yang secara tradisional hanya diperuntukkan bagi laki-laki.









