Pembangunan baru Israel di kawasan pendudukan

Sumber gambar, AFP
Pemerintah Israel sudah mengumumkan rencana untuk membangun 1.500 rumah baru di kawasan pendudukan Jerusalem dan Tepi Barat.
Keputusan itu dikaitkan dengan pembentukan pemerintahan Palestina bersatu, <link type="page"><caption> yang menggabungkan faksi Fatah dan Hamas</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140423_palestina_israel.shtml" platform="highweb"/></link>.
Menteri Perumahan <link type="page"><caption> Israel</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/israel/" platform="highweb"/></link>, Uri Ariel, menyatakan langkah tersebut sebagai 'tanggapan atas pembentukan pemerintah teror Palestina'.
"Saya yakin tender ini hanya awal saja," tambahnya dalam pernyataan yang dilaporkan berbagai media.
Tender sudah diumumkan untuk pembangunan sekitar 900 rumah di Tepi Barat dan 560 di Jerusalem Timur, kawasan yang direbut Israel dalam perang tahun 1967.
Pemenang tender masih membutuhkan persetujuan akhir pemerintah sebelum pembangunan bisa dimulai.
Perunding <link type="page"><caption> Palestina</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/palestine/" platform="highweb"/></link>, Saeb Erekat, mengatakan pengumuman pembangunan merupakan pertanda yang jelas bahwa Israel menuju ke arah eskalasi besar-besaran.
Upaya terbaru Amerika Serikat <link type="page"><caption> tidak berhasil membawa </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140429_peacetalk.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Israel dan Palestina mencapai kesepakatan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140429_peacetalk.shtml" platform="highweb"/></link> karena Israel menolak membebaskan warga Palestina yang ditahan dalam waktu panjang.
Sementara Palestina menegaskan Israel harus membebaskan para tahanan Palestina dan membekukan pembangunan permukiman selama tiga bulan.









