Sanksi ekonomi baru Israel atas Palestina

Saeb Erekat dan Mahmoud Abbas, AP

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Mahmoud Abbas menandatangani surat permohonan pengakuan sebagai negara oleh PBB.

Israel akan menjatuhkan sanksi ekonomi baru untuk Palestina, sebagai balasan atas penandatanganan sejumlah perjanjian internasional oleh pemimpin Palestina.

Perjanjian internasional itu termasuk upaya pengakuan Palestina oleh PBB.

Palestina memiliki utang ke Israel sejumlah ratusan juta dolar untuk aliran listrik dan berbagai layanan lainnya.

Transfer pendapatan pajak yang terkumpul atas nama pihak berwenang Palestina akan dibekukan, dan akses atas deposito bank di Israel akan dibatasi.

Seperti tercantum dalam perjanjian sementara antara Israel dan Palestina, Israel mengumpulkan pajak atas nama Palestina dan menyalurkan sekitar US$100juta setiap bulan.

Tanpa dana ini kuasa Palestina tidak akan bisa membayar gaji puluhan ribu pegawainya.

Menteri Tenaga Kerja Palestina, Ahmad Majdalani menyebut keputusan Israel ini tidak sah dan merupakan langkah politik, bukan ekonomi.

Perundingan damai dilanjutkan di Yerusalem tanpa tanda-tanda adanya kemajuan.

Tetapi Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan jurang antara kedua pihak semakin berkurang.

Namun seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah negosiasi akan berlangsung sampai bulan depan.