PM Israel: Jerusalem tidak terpecah lagi

Sumber gambar, Reuters
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berjanji kota Jerusalem tidak akan pernah terpecah dua lagi.
Janji itu disampaikannya pada Hari Jerusalem, yang menandai direbutnya kembali kota tua itu pada tahun 1967, lewat yang disebut dengan Perang Enam Hari.
"Empat puluh tujuh tahun lalu, Jerusalem dipersatukan dan tidak akan pernah terpecah lagi," tegasnya dalam perayaan Hari Jerusalem di parlemen, Rabu 28 Mei.
Pada hari ketiga perang, pasukan <link type="page"><caption> Israel</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/israel/" platform="highweb"/></link> menduduki Jerusalem Timur yang saat itu dikuasai oleh Yordania.
Israel kemudian menguasai semua sisi kota namun pendudukan itu tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.
Polisi sudah menutup kawasan Masjid al-Aqsa dari para pengunjung non-Muslim untuk mencegah kerusuhan dalam peringatan Hari Jerusalem, seperti dilaporkan kantor berita AFP.
Hari Jerusalem, yang dimulai sejak Selasa malam, antara lain dirayakan umat Yahudi dengan berpawai di Tembok Barat, yang terletak di bagian bawah al-Aqsa.
Sementara itu Presiden <link type="page"><caption> Palestina</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/palestine/" platform="highweb"/></link>, Mahmoud Abbas, kembali mendesak Netanyahu untuk kembali ke meja perundingan.
Upaya terbaru Amerika Serikat bulan lalu <link type="page"><caption> gagal untuk membawa </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140429_peacetalk.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Israel dan Palestina mencapai kesepakatan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140429_peacetalk.shtml" platform="highweb"/></link> karena Israel menolak membebaskan warga Palestina yang ditahan dalam waktu panjang.
Abbas menegaskan bahwa Israel harus membebaskan para tahanan Palestina dan membekukan pembangunan permukiman selama tiga bulan.









