Tersangka Harimau Tamil ditangkap di Malaysia

Kepolisian Malaysia menangkap tiga pria yang diduga ingin menghidupkan kembali kelompok perlawanan Harimau Tamil di Sri Lanka.
Seorang juru bica polisi mengatakan kepada BBC ketiga tersangka terlibat dalam kegiatan pengumpulan dana dan propaganda.
"Kami menemukan mereka ingin menghidupkan kembali Harimau Tamil dengan menggunakan kontak-kontak di Eropa dan negara lainnya," kata perwira polisi yang tidak bersedia disebutkan namanya kepada BBC Seksi Sinhala.
Mereka ditangkap berdasarkan undang-undang Imigrasi Malaysia karena tidak memiliki izin tinggal resmi dan akan segera dideportasi ke Sri Lanka.
Pemerintah Sri Lanka pada tahun 2009 sudah menyatakan kemenangan dalam perang saudara melawan Harimau Tamil lima setelah pemimpin kelompok perlawanan itu, Velupillai Prabhakaran, tewas.
Namun belakangan pihak berwenang menuduh sebagian mantan anggotanya ingin menghidupkan kembali kelompok tersebut.
Pertengahan April, <link type="page"><caption> militer mengatakan menembak mati tiga </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140411_sri_lanka_harimau_tamil.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> pria dalam</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140411_sri_lanka_harimau_tamil.shtml" platform="highweb"/></link> operasi melawan kelompok yang diduga pemberontak Harimau Tamil.
Sementara itu sebuah kelompok pegiat hak asasi menuduh <link type="page"><caption> pemerintah Sri Lanka menangkapi para perempuan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140409_sri_lanka_hak_asasi.shtml" platform="highweb"/></link> yang merupakan anggota keluarga dari pria yang dituduh ingin menghidupkan kembali Harimau Tamil.
Perang saudara antara pemerintah Sri Lanka dengan Harimau Tamil berlangsung selama hampir 25 tahun dan diperkirakan menewaskan 60.000 hingga 100.000 orang.









