Pekerja Cina hilang di dekat kantong Boko Haram

Tentara Prancis di Kamerun

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Tentara Prancis dikirim ke Kamerun akhir 2013 untuk membantu menstabilkan negara itu.

Sepuluh pekerja bangunan jalan warga negara Cina hilang menyusul serangan terhadap pos proyek di Kamerun utara, dekat dengan Nigeria timur laut, kantong kelompok berhaluan Islam Boko Haram.

Seorang pekerja dilaporkan dibunuh dan satu lainnya mengalami luka-luka.

Para saksi mata mengatakan terjadi tembak menembak antara pasukan keamanan Kamerun dan para penyerang yang kemudian melarikan diri dengan kendaraan-kendaraan tenaga kerja asal Cina tersebut.

Dalam peristiwa terpisah, para saksi mata mengatakan 11 orang tewas di Nigeria dalam serangan yang diduga dilakukan oleh Boko Haram.

Sementara itu dalam pertemuan tingkat tinggi di Paris (17/05), Boko Haram disebut sebagai ancaman bagi seluruh kawasan Afrika barat dan Afrika tengah.

KTT diselenggarakan untuk mendiskusikan <link type="page"><caption> strategi melumpuhkan kelompok berhaluan Islam</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140517_boko_haram_prancis.shtml" platform="highweb"/></link> yang berada di balik penculikan lebih dari 200 siswi di Nigeria itu.

Presiden Prancis Francois Hollande dan Presiden Nigeria Goodluck Jonathan mengatakan kaitan antara Boko Haram dan al Qaida sudah terbukti.

"Hubungannya dengan AQIM (al Qaida Islamic Maghreb) dan organisasi-organisasi teroris lain sudah diketahui," kata Hollande.

Kedua pemimpin sepakat bekerja sama memberantas terorisme.

Menteri Luar Negeri Inggris William Hague, yang hadir di KTT, mengatakan pasukan Nigeria tidak mempunyai struktur yang tepat guna menangani Boko Haram. Ia mengatakan Nigeria dan Kamerun harus menjalin kerjasama erat.