ASEAN prihatin atas ketegangan Laut Cina Selatan

Para pemimpin ASEAN

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Para pemimpin ASEAN tidak sampai menyebut Cina dalam pernyataan mereka.

Para pemimpin Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) menyampaikan kekhawatiran mengenai ketegangan yang terus meningkat di wilayah Laut Cina Selatan.

Vietnam dan Filipina dilaporkan meminta agar ASEAN mengeluarkan pernyataan leibih keras dan dukungan kepada kedua negara itu dalam konfrontasi melawan Beijing terkait sengketa wilayah di Laut Cina Selatan.

Namun dalam pernyataan akhir dalam penutupan Pertemuan Puncak di Myanmar, Minggu (11/05), para pemimpin negara-negara ASEAN tidak sampai menyebut Cina.

Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Tan Dung, menyerukan kepada para kepala negara ASEAN untuk memprotes keputusan Cina memindahkan anjungan pengeboran minyak ke wilayah perairan yang diklaim oleh Vietnam.

Sehari sebelumnya para menteri luar negeri ASEAN menyampaikan "kekhawatiran mendalam mengenai perkembangan yang terjadi".

Pemerintah Vetnam hari Minggu mengizinkan demonstrasi anti-Cina meskipun biasanya pihak berwenang melarang unjuk rasa.

Sebelumnya Vietnam menuduh <link type="page"><caption> kapal-kapal Cina menabrak</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140507_vietnam_cina.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> kapal patroli Vietnam</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140507_vietnam_cina.shtml" platform="highweb"/></link> ketika kapal Vietnam berusaha menuju anjungan pengeboran minyak.

Beijing memperingatkan Vietnam untuk menarik kapal-kapalnya dari wilayah yang dipertikaikan setelah terjadi tabrakan itu.