AS khawatirkan sengketa Laut Cina Selatan

china vietnam

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Kapal Cina dan kapal Vietnam terlibat bentrok di Laut Cina Selatan.

Amerika Serikat menyatakan kekhawatirannya atas "tindakan berbahaya dan intimidasi" yang terjadi di Laut Cina Selatan, setelah kapal-kapal dari Vietnam dan China bertabrakan di perairan yang disengketakan.

Tabrakan ini terjadi saat kapal Vietnam mencoba mencegah kapal Cina yang akan mendirikan sebuah kilang minyak di dekat Kepulauan Paracel.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyebut langkah Beijing membangun kilang minyak di daerah tersebut sebagai aksi "provokatif".

"Tindakan sepihak ini tampaknya menjadi bagian dari perilaku Cina dalam memperluas klaimnya atas wilayah sengketa dengan cara yang merusak perdamaian dan stabilitas di kawasan itu," kata juru bicara Deplu AS, Jen Psaki.

"Kami juga sangat prihatin atas tindakan berbahaya dan intimidasi oleh kapal-kapal yang beroperasi di daerah ini," katanya dan menyerukan kepada semua pihak untuk menjalankan kepentingannya secara "aman dan profesional".

Dia menambahkan pentingnya memperjelas daerah-daerah yang disengketakan sesuai dengan hukum internasional.

Insiden yang melibatkan setidaknya tiga buah kapal itu terjadi dekat Kepulauan Paracel, yang dikendalikan oleh Cina tetapi juga diklaim oleh Vietnam.

Kapal-kapal Vietnam datang setelah Cina mengumumkan bahwa mereka akan memindahkan rig pengeboran ke lokasi tersebut pada pekan lalu.

Vietnam mengatakan telah mengirimkan polisi maritim dan menunjukkan rekaman pada konferensi pers tentang insiden kapal Cina yang menyeruduk kapal. Enam pejabat telah terluka, kata sumber tersebut.

Di sisi lain, Cina mengatakan "kegiatan mengganggu yang dilakukan oleh pihak Vietnam merupakan pelanggaran hak-hak berdaulat Cina".

Ketegangan telah meningkat di Laut Cina Selatan dalam beberapa tahun terakhir. Filipina saat ini sedang mengadukan China ke PBB atas sengketa teritorial maritim antara keduanya.

Pada hari Rabu (07/09), polisi Filipina menangkap kapal nelayan Cina dan menahan 11 awaknya di lokasi yang disengketakan di kawasan Laut Cina Selatan.