Oposisi Thailand minta pemilu diundur

abhisit vejjajiva

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Abhisit mengatakan Thailand perlu waktu untuk mendinginkan suasana sebelum pemilu.

Pemimpin oposisi Thailand, Abhisit Vejjajiva meminta pemilu yang dijadwalkan pada bulan Juli diundur hingga enam bulan.

Abhisit yang juga pernah menjadi perdana menteri menyatakan hal itu Sabtu (03/04) melalui 10 poin proposal untuk mengatasi kekacauan politik di negara itu.

Thailand berada dalam kebuntuan politik sejak demonstran antipemerintah dimulai November tahun lalu.

<link type="page"><caption> Pemerintahan PM Yingluck Shinawatra mengumumkan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140430_thailand_pemilu.shtml" platform="highweb"/></link> pemilu akan dilaksanakan pada 20 Juli setelah pemilu sela Februari lalu dianggap tidak konstitusional.

Abhisit mengatakan bahwa PM Yingluck dan pemerintahannya seharusnya mengundurkan diri dan mengizinkan kabinet sementara untuk mengawasi referendum reformasi.

Salah satu menteri pemerintahan menolak proposal tersebut dan menyebutnya sebagai tidak konstitusional.

'Butuh waktu'

"Kita butuh waktu untuk bernafas, kita butuh masa pendinginan sebelum kita pemilu, mengingat kekerasan yang terjadi di seluruh negeri," kata Abhisit.

Abhisit mengakui jika kelompoknya dan partai Demokrat bertanggungjawab atas sebagian besar kekacauan politik yang terjadi di Thailand.

Partai yang memerintah Pheu Thai - seperti diperkirakan- menang dalam pemilu Februari lalu.

Namun, pihak oposisi memboikot pemilu dan pengunjuk rasa mengganggu jalannya pemungutan suara.

Demonstrasi antara lain diwarnai dengan ditutupnya jalan-jalan kunci serta memblokade sejumlah kementerian.