Krisis Ukraina: G7 intensifkan sanksi atas Rusia

Sumber gambar, Reuters
Kelompok negara industri maju G7 sepakat untuk mengintensifkan sanksi atas Rusia terkait tindakan di Ukraina.
Dalam sebuah pernyataan, G7 tidak memberikan rincian sanksi tetapi pejabat AS mengatakan mereka kemungkinan akan mengumumkan tindakan yang akan dilakukan pada hari Senin.
Barat menuduh Rusia memimpin pemberontakan di timur Ukraina, beberapa bulan setelah Rusia menganeksasi Krimea.
Moskow menyangkal tuduhan itu.
Sementara itu para negosiator berusaha mengamankan pembebasan pengamat internasional yang disandera oleh kelompok bersenjata pro-Rusia.
Pasukan di kota Sloviansk masih menyandera para pengamat itu dan sejumlah personil militer Ukraina yang mereka sergap pada hari Jumat dan dituduh melakukan pengintaian.
Para pengamat itu berpartisipasi dalam misi terkait Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa.
Milisi pemberontak masih terus menduduki gedung-gedung di belasan kota di timur Ukraina dan melakukan perlawanan terhadap pemerintah di Kiev.
Jumat malam (25/04), Amerika Serikat mengatakan <link type="page"><caption> pesawat militer Rusia telah memasuki wilayah udara Ukraina</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140426_ukraina_pesawat_rusia.shtml" platform="highweb"/></link> beberapa kali dalam 24 jam terakhir, di tengah meningkatnya ketegangan di timur negara itu.
Juru bicara Pentagon mengatakan kepada BBC, insiden itu terjadi pada Jumat terutama di dekat perbatasan dengan Rusia, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut.









