Presiden Ukraina: Rusia dukung terorisme

Sumber gambar, Reuters
Presiden sementara Ukraina, Oleksandr Turchynov, menuduh Rusia mendukung terorisme di Ukraina dan telah berubah dari ancaman verbal ke unjuk kekuatan.
Turchynov mengatakan Rusia memperkuat dan menambah pasukan di wilayah perbatasan dengan Ukraina timur.
Dia menegaskan negaranya tidak akan mundur dari pertempuran melawan teroris.
"Kami tidak akan mundur dari ancaman teroris," kata Turchynov dalam pidato televisi, Kamis 24 April.
Presiden Ukraina juga menuntut Rusia segera mengakhiri campur tangannya dalam masalah Ukraina.
"Kami menuntut Rusia mengentikan campur tangan dalam masalah dalam negero Ukraina... dan menarik pasukannya dari wilayah perbatasan dengan Ukraina timur."
Sehari sebelumnya Oleksandr Turchynov memerintahkan agar <link type="page"><caption> operasi antiterorisme di Ukraina timur</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140422_ukraina_rusia_militer.shtml" platform="highweb"/></link> dilanjutkan setelah terjadi serangkaian serangan kekerasan di sana.
Sementara itu Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu, mengatakan Rusia memerintahkan latihan militer baru di wilayah perbatasannya dengan Ukraina sebagai tanggapan atas operasi Kiev terhadap kelompok-kelompok separatis pro-Rusia.

Sumber gambar, AFP
Pasukan Ukraina dituding telah menyerang pos-pos pemeriksaan pro-Rusia di Ukraina timur yang menewaskan lima orang.
Sebelumnya President Rusia, Vladimir Putin, mengatakan pihak berwenang Ukraina akan melakukan kejahatan terhadap rakyat sendiri bila mengerahkan kekuatan menumpas protes di Ukraina timur.
Putin menegaskan langkah tersebut akan mendatangkan akibat. Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov mengatakan serangan terhadap warga Rusia merupakan serangan terhadap Federasi Rusia.









