Pria Uighur tewas, Vietnam diminta diselidiki

Sumber gambar, Dilshat Rashit
Kongres Uighur Dunia menyerukan agar Vietnam diselidiki terkait penembakan minggu lalu yang menyebabkan tewasnya lima pria Uighur.
Insiden tanggal 18 April lalu terjadi di perbatasan antara Vietnam dan Cina.
Kejadian di perbatasan propinsi Quang Ninh pada 18 April dan pemerintah Vietnam menuduh para pria Uighur merebut senjata AK 47 dan melepaskan tembakan saat mereka dideportasi kembali ke Cina.
Dua pengawas perbatasan Vietnam tewas sementara dua pria Uighur ditembak mati dan tiga disebutkan lompat dari lantai tiga gedung pasukan perbatasan dan meninggal.
Juru bicara Kongres Uighur Dunia, Dishat Rashit, mengatakan kepada BBC Cina agar, "PBB menyelidiki tindakan Vietnam yang menyebabkan tewasnya pria Uighur itu.
Tekanan kepada Uighur
Konvensi PBB tentang Pengungsi melarang negara anggota menghukum orang yang lari dari negara mereka karena menghadapi ancaman hidup dan juga kebebasan.
"Kami menyerukan keras kepada PBB untuk menyelidiki tindakan Vietnam yang menyebabkan kematian warga Uighur dan diselidiki apakah mereka melanggar Konvensi PBB tentang Pengungsi.
Namun saat ini Vietnam bukan anggota Konvensi tentang Pengungsi.
Media Vietnam sendiri menyebutkan pria Uighur itu ditahan oleh pemerintah Cina dan tidak ditetapkan kapan dan dimana.
Cina dilaporkan meningkatkan tekanan kepada warga Uighur menyusul peristiwa <link type="page"><caption> penikaman di Kunming bulan Maret lalu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140304_kunming_as.shtml" platform="highweb"/></link> yang menyebabkan hampir 30 orang meninggal dan 100 lainnya luka-luka.
Para pejabat menuding kelompok teorrisme Xinjiang -tempat minoritas Muslim Uighur tinggal- yang melakukan serangan.









