Serangan Uighur di Cina tewaskan 21 orang

Media pemerintah Cina mengatakan sedikitnya 21 orang, termasuk polisi, tewas dalam bentrokan di Provinsi Xinjiang yang sedang bergolak.
Bentrokan terjadi pada Selasa sore (23/04) ketika aparat keamanan menggeledah rumah-rumah warga untuk mencari senjata.
Direktur Kantor Informasi Pemerintah Xinjiang, Hou Hanmin, mengatakan insiden itu merupakan "serangan teroris".
Hou Hanmin menambahkan delapan penyerang telah ditangkap dan 10 korban tewas adalah warga etnik Uighur. Mereka dikatakan pernah mendapat latihan jihad.
Juru bicara kelompok Uighur di pengasingan Xilixiat mengatakan bentrokan berdarah di Xinjiang kali ini merupakan dampak aksi pihak berwenang yang menggunakan cara-cara keras dan kasar.
Otonomi

Kekerasan etnik telah terjadi berkali-kali di Xinjiang selama tahun-tahun terakhir. Hampir 200 orang tewas dalam bentrokan antara etnik Uighur dan mayoritas etnik Han pada 2009.
Sekitar 45% penduduk Provinsi Xinjiang adalah etnik Uighur, tetapi mereka mengatakan kedatangan etnik Han membuat kebudayaan tradisional mereka tersingkir.
Pemerintah pusat sering menuding ekstremis Uighur atas kekerasan yang terjadi di Xinjiang. Etnik Uighur telah lama memperjuangkan otonomi.
Sementara itu para aktivis Uighur menuduh pemerintah melebih-lebihkan ancaman yang mungkin timbul sebagai dalih menerapkan pemerintahan tangan besi.









