Wabah mematikan MERS telan korban di Saudi

virus mers

Sumber gambar, AF

Keterangan gambar, Virus MERS di Timur Tengah tercatat sekitar 200 kasus sejak ditemukan pada 2012.

Departemen Kesehatan Arab Saudi mencatat sebelas kasus terkait wabah mematikan pernafasan, Middle East Respiratory Syndrome, atau disingkat MERS.

Dua orang meninggal menyusul menyebarnya kasus tersebut di bagian barat Jeddah.

MERS merupakan bagian dari virus pernafasan akut coronovirus, yang juga meliputi flu ringan dan SARS.

Setelah ditemukan pada tahun 2012 di Timur Tengah, tercatat 200 kasus dan 85 kematian terkait MERS.

Para peneliti mengatakan virus tersebut <link type="page"><caption> ditulari dari unta</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/11/131112_kesehatan_onta_mers.shtml" platform="highweb"/></link>.

Kantor berita resmi Arab Saudi memberitakan pada Rabu (9/4) tiga orang yang positif terjangkit virus ini dirawat di rumah sakit di Jeddah, sementara dua lainnya meninggal.

Angka kematian akibat virus ini di Arab Saudi mencapai setidaknya 66 orang.

Negara Timur Tengah lain seperti Yordania, Kuwait, Oman, Qatar, dan Uni Emirat Arab dilaporkan memiliki kasus serupa. Beberapa kasus MERS juga tercatat di Eropa dan Afrika Utara.

Pihak berwenang di Abu Dhabi melaporkan kasus baru juga muncul minggu ini.