Virus Mers ditemukan di unta

Seekor unta ditemukan positif mengidap virus semacam Sars yang merebak di Timur Tengah tahun lalu dan menewaskan 64 orang di seluruh dunia.
Hewan itu dimiliki oleh seorang warga yang juga didiagnosa dengan virus korona Mers (sindrom pernafasan Timur Tengah), seperti disampaikan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi.
Hingga saat ini belum diketahui jika unta berkontribusi terhadap penularan penyakit ini kepada manusia.
<link type="page"><caption> Virus korona</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/07/130726_iptek_virus_mers.shtml" platform="highweb"/></link> mengakibatkan infeksi pernafasan pada manusia dan hewan.
Virus ini kemungkinan tersebar melalui cairan ketika orang yang tertular bersin.
Para pakar kesehatan mengatakan virus ini tidak terlalu menular, karena kasusnya tidak terlalu banyak.
Secara global, sejak <link type="page"><caption> September 2012,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/05/130502_arab_saudi_virus.shtml" platform="highweb"/></link> ada 153 kasus penularan Mers.
Kementerian Kesehatan Arab mengatakan mereka bekerja sama dengan kementerian pertanian untuk "mengisolir virus dan membandingkan struktur genetikanya dengan pasien."
Jika virus yang dibawa unta dan oleh pasien pemiliknya "terbukti sama, ini akan menjadi penemuan sains pertama di dunia, dan pintu untuk mengidentifikasi sumber virus," demikian isi pernyataan tersebut.
Organisasi Kesehatan Dunia yang memantau situasi global mengatakan tidak ada alasan untuk menerapkan larangan bepergian terkait virus ini.









