Unjuk rasa di parlemen Taiwan akan berakhir

Mahasiswa Taiwan

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Mahasiswa Taiwan menduduki parlemen sejak pertengahan Maret.

Para mahasiswa yang menentang kesepakatan dagang dengan Cina mengatakan mereka akan mengkhiri unjuk rasa di parlemen Taiwan.

Mereka sudah menduduki parlemen sejak pertengahan Maret dan mengatakan akan mengakhiri pendudukan itu pada Kamis 10 April.

Kesepakatan untuk menghentikan unjuk rasa ini dicapai setelah berunding dengan ketua parlemen Wang Jin-pying.

Kepada para mahasiswa, Wang Jin-pying menegaskan bahwa dia tidak akan memimpin pembahasan rancangan undang-undang tersebut sampai ada perundangan lain yang mengawasi semua kesepakatan dengan Cina.

RUU perdagangan dengan Cina sudah ditandatangani pada Juni 2013 namun belum diratifikasi oleh parlemen Taiwan.

<link type="page"><caption> Unjuk rasa yang digelar para mahasiswa ini</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140319_taiwan_parlemen.shtml" platform="highweb"/></link> merupakan yang terbesar di negara pulau tersebut dalam waktu beberapa tahun belakangan.

Pemimpin aksi protes, Chen Wei-ting, mengatakan mereka akan meninggalkan gedung parlemen pada hari Kamis pukul 18.00 waktu setempat.

"Saatnya bagi kami untuk mengembalikan gerakan ini kepada masyarakat Taiwan yang lebih luas, tempat kami meneruskan perjuangan," tegasnya.

Para mahasiswa mendesak kesepakatan -yang memungkinkan kedua belah pihak melakukan investasi yang lebih gampang- dicabut.