Pertemuan pertama Cina dan Taiwan

Sumber gambar, Reuters
Cina dan Taiwan sudah memulai pertemuan tingkat tinggi pertama sejak berakhirnya perang saudara Cina pada tahun 1949.
Wang Yu-chi dan Zhang Zhijun -pejabat tinggi hubungan antarselat dari kedua negara- menghadiri pertemuan di Nanjing, <link type="page"><caption> Cina</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/cina/" platform="highweb"/></link> timur, selama empat hari.
Para pejabat <link type="page"><caption> Taiwan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/taiwan_/" platform="highweb"/></link> mengatakan akan mengangkat masalah kebebasan pers setelah Beijing menolak memberikan akses kepada sejumlah kantor berita.
Sementara Beijing ingin mendesak Taiwan untuk meloloskan kesepakatan perdagangan bebas yang saat ini mengalami kebuntuan di parlemen.
Kepada para wartawan sebelum meninggalkan Taiwan, Wang Yu-chi dari Dewan Urusan Daratan di Taiwan, mengharapkan kunjungan yang 'tidak mudah itu' akan berjalan lancar dan kedua belah pihak tidak akan menandatangani kesepakatan apa pun.
"Tujuan utama dalam kunjungan ke daratan (Cina) adalah untuk mempromosikan pemahaman bersama antara kedua belah pihak."
Kepekaan hubungan membuat ruang pertemuan tidak akan dilengkapi dengan bendera dan pajangan lain sementara papan nama tidak menyebutkan jabatan resmi, seperti dilaporkan kantor berita AFP.
Pemerintah Beijing hingga saat ini masih menempatkan Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan menyatakan ingin merebut kembali pulau tersebut.
Hubungan kedua negara membaik sejak terpilihnya Presiden Ma Ying-jeou yang pro-Beijing tahun 2008 dan antara lain terwujud dengan penerbangan langsung yang dimulai tahun itu juga.









