Serangan bom di stasiun kereta Pakistan

Sumber gambar, AFP
Paling tidak 13 orang tewas akibat ledakan bom di kereta penumpang di Pakistan dan jumlah korban diperkriakan akan terus meningkat.
Ledakan di stasiun di Baluchistan, hari Selasa (08/04), melukai puluhan orang.
Kelompok Tentara Baluch Bersatu, salah satu kelompok separatis bersenjata di kawasan, mengatakan mereka berada di balik serangan.
Insiden terjadi sehari setelah pasukan Pakistan meluncuran serangant erhadap kelompok militan di provinsi.
Kereta yang diserang Jaffar Express melintas perjalanan sejauh 1.460 km dari Rawalpindi di Provinsi Punjab ke Quetta di Baluchistan setiap harinya.
Bom meledak saat kereta berhenti dan para penumpang turun di stasiun Sibi, sekitar 160 km di selatan Quetta, ibukota provinsi.
'Tak bisa dikenali'
Mohammad Nazar, salah seorang polisi di tempat kejadian, menatakan dua gerbong kereta terbakar dan beberapa penumpang kesulitan keluar.
"Kami telah menemukan 12 jenazah di kereta," kata Nazar dengan menambahkan bahwa salah seorang korban luka meninggal setelah dibawa ke rumah sakit.

Sumber gambar, BBC World Service
"Saya tidak bisa mengatakan apakah korban meninggal adalah orang dewasa atau anak-anak karena tidak bisa dikenali lagi," tambahnya.
Baluchistan, yang berbatasan dengan Iran dan Afghanistan, merupakan tempat pemberontakan kelompok separatis selama bertahun-tahun dan juga kekerasan sektarian.

Sumber gambar, BBC World Service
Kelompok separatis mengklaim penduduk di kawasan tidak merasakan keuntungan sumber daya alam dan sering mengalami pelanggaran hak asasi.
Namun pemerintah menyanggah tuduhan itu.









