Mahasiswa didakwa menghasut karena dukung tim Pakistan

Sumber gambar, AFP
Sejumlah mahasiswa dari kawasan Kashmir yang dikuasasi India menghadapi dakwaan menghasut karena mendukung tim Pakistan dalam pertandingan kriket.
Lebih dari 60 mahasiswa dari universitas di negara bagian Uttar Pradesh <link type="page"><caption> diskors akhir pekan lalu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/03/140305_pendidikan_kashmir.shtml" platform="highweb"/></link> setelah pertandingan Piala Asia yang berakhir pada kekalahan tim India.
Menteri kepala negara bagian Jammu dan Kashmir, Omar Abdullah, mendesak pemerintah daerah Uttar Pradesh untuk mencabut dakwaan yang ia sebut terlalu keras dan tidak dapat diterima.
Pakistan mengatakan sangat menyayangkan tindakan itu dan menawarkan para mahasiswa untuk masuk ke universitas di Pakistan.
Para mahasiswa yang telah dikirim kembali ke Kashmir, menyanggah melakukan kejahatan.
Mereka mengatakan hanya bertepuk tangan saat tim Pakistan menang.
Pengaduan universitas
Polisi menuduh para mahasiswa itu melakukan tindakan 'antinasional'. Politisi lain mengecam langkah itu sebagai langkah yang tidak perlu.
Polisi melakukan penyelidikan tentang mahasiswa itu menyusul pengaduan dari pejabat universitas terkait perayaan para mahasiswa itu dalam pertandingan hari Minggu (02/03).
Kawasan Kashmir dengan penduduk mayoritas Islam terbagi antara wilayah yang dikuasai India dan Pakistan.
Kedua negara terlibat dalam perang dua kali sejak tahun 1947 menyangkut kawasan di utara Himalaya itu.
Tahun 2012, seorang kartunis antipemerintah juga ditahan dalam kasus penghasutan namun kemudian dibebaskan.









