Demontran pro-Rusia serbu gedung pemerintah Ukraina

Sumber gambar, BBC World Service
Demonstran pro-Rusia menyerbu gedung-gedung pemerintah di tiga kota di Ukraina timur.
Di Donetsk, Luhansk, dan Kharkiv, para pengunjuk rasa bentrok dengan polisi dan mengibarkan bendera Rusia serta menyerukan referendum untuk merdeka dari Ukraina.
Penjabat Presiden Oleksandr Turchynov menyerukan pertemuan keamanan darurat.
Kerusuhan terjadi di tengah ketegangan antara Rusia dan Ukraina terkait digesernya presiden pro-Moskow Viktor Yanukovych dan aneksasi Rusia atas Krimea.
Di Donetsk, sekitar 50 orang, memisahkan diri dari protes sekitar 2.000 orang di pusat kota.
Mereka menerobos kepungan polisi dan memasuki gedung pemerintah.
Para aktivis meneriakkan 'Donetsk adalah kota Rusia' dan mengibarkan bendera Rusia di atas gedung.
Batalkan kunjungan ke Lithuania
Sebagian pengunjuk rasa menyerukan diselenggarakan referendum untuk merdeka dari Ukraina.
Referendum yang sama diselenggarakan di semenanjung Krimea bulan Maret lalu dan berujung pada <link type="page"><caption> aneksasi Rusia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/04/140404_russia_crimea.shtml" platform="highweb"/></link>.

Sumber gambar, BBC World Service
Di Luhanks, di dekat perbatasan Rusia, puluhan orang melakukan demonstrasi dengan menyerbu kantor badan keamanan.
Media Ukraina mengatakan para pengunjuk rasa melempari gedung dengan telur, granat asap dan bom molotov.

Sumber gambar, BBC World Service
Insiden serupa dilaporkan terjadi di Kharkiv.
Presiden interim Turchynov membatalkan kunjungan ke Lithuania untuk menangani kerusuhan, menurut kantor presiden.









