Putin perintahkan penarikan pasukan dari Ukraina

Sumber gambar, reuters
Presiden Rusia, Vladimir Putin, memerintahkan penarikan sebagian pasukan dari perbatasan dengan Ukraina, seperti diungkapkan pemerintah Jerman.
Penarikan itu disampaikan Putin lewat percakapan telepon dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel, yang berupa 'penarikan sebagian pasukan <link type="page"><caption> Rusia</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/rusia/" platform="highweb"/></link> dari perbatasan timur Ukraina'.
"Selain itu, kedua pemimpin juga membicarakan kemungkinan langkah-langkah untuk menstabilkan suasana di Ukraina dan Trans-Dniester," tambah pernyataan kantor Merkel mengacu kepada daerah pendukung Rusia di perbatasan Ukraina barat yang menyatakan kemerdekaan dari Moldova tahun 1990.
Ribuan pasukan Rusia dilaporkan masih berada di sekitar perbatasan.
Pernyataan Kremlin kedua pemimpin membicarakan 'kesempatan bagi kemungkinan dukungan dunia untuk mengembalikan stabilitas' di Ukraina.
Ribuan pasukan Rusia dilaporkan masih ditempatkan di sepanjang perbatasan.
Sebelumnya Ukraina mengecam kunjungan Perdana Menteri Rusia, <link type="page"><caption> Dmitry Medvedev, bersama rombongan menteri ke Krimea</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140331_medvedev_krimea.shtml" platform="highweb"/></link>.
Jurubicara kementerian luar negeri di Kiev mengatakan hal tersebut sebagai kunjungan pejabat tertinggi ke semenanjung Laut Hitam oleh Moskow.
<link type="page"><caption> Warga Krimea memutuskan untuk berpisah dari Ukraina</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140316_ukraina_krimea_rusia_referendum.shtml" platform="highweb"/></link> dan bergabung dengan Rusia lewat <link type="page"><caption> referendum 16 Maret lalu, yang menurut Majelis</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140328_krimea_pbb_ilegal.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Umum PBB tidak sah.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140328_krimea_pbb_ilegal.shtml" platform="highweb"/></link>









