Mesir selidiki pembubaran pengunjuk rasa

Sumber gambar, AP
Presiden sementara Mesir, Adly Mansour, memerintahkan penyelidikan atas pembubaran pengunjuk rasa Agustus tahun lalu yang menewaskan ratusan orang.
Bentrokan terjadi saat polisi berusaha meratakan kamp yang dibangun oleh para pendukung <link type="page"><caption> Presiden Mohamed Morsi, yang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130703_militer_morsi.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> digulingkan militer sekitar enam minggu sebelumnya.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130703_militer_morsi.shtml" platform="highweb"/></link>
Para pendukung Morsi mendirikan kamp di Lapangan Rab'aa al_Adaweta di ibukota Kairo untuk menentang kudeta terseut.
Dewan Nasional HAM <link type="page"><caption> Mesir</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/mesir/" platform="highweb"/></link> mendesak digelarnya penyelidikan independen terhadap pertumpahan darah tersebut, yang dinilai terburuk sepanjang sejarah Mesir modern.
Menurut Amnesty International, bentrokan berkepanjangan antara pengunjuk rasa dan aparat keamanan pada masa itu menelan korban setidaknya 1.400 jiwa.
Selasa (18/03) pengadilan di Kairo menyatakan <link type="page"><caption> empat polisi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140318_mesir_tentara.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> Mesir bersalah terkait dengan kematian 37 tahanan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/03/140318_mesir_tentara.shtml" platform="highweb"/></link> terkait unjuk rasa Agustus lalu.
Seorang perwira diganjar 10 tahun penjara sedang tiga lagi hukuman percobaan satu tahun.
Para tahanan wafat karena kesulitan bernafas setelah gas air mata ditembakkan ke bagian belakang mobil yang membawa 45 tahanan ke sebuah penjara di luar Kairo.









