Wartawan Al-Jazeera diadili di Mesir

wartawan Al-Jazeera

Sumber gambar, Al Jazeera

Keterangan gambar, Tiga wartawan Al-Jazeera ini ditangkap bulan Desember lalu.

Dua puluh wartawan, termasuk tiga wartawan TV Al-Jazeera, diadili di ibukota Mesir, Kairo.

<link type="page"><caption> Para wartawan ini menghadapi sejumlah dakwaan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/02/140211_mesir_wartawan.shtml" platform="highweb"/></link> termasuk menyiarkan berita palsu dan bergabung atau membantu organisasi teroris dan membahayakan keamanan nasional.

Wartawan lain, termasuk dua dari Inggris, akan diadili secara in absentia.

Para wartawan ditahan pada akhir Desember, tidak lama setelah pemerintah yang didukung militer di Mesir menyebutkan kelompok Ikhwanul Muslimin adalah grup teroris.

Al Jazeera menggambarkan dakwaan terhadap wartawan mereka itu tidak berdasar.

Salah seorang yang ditahan adalah mantan wartawan BBC, Peter Greste.

Departemen Luar Negeri AS menuduh Mesir sengaja mentarget wartawan dengan klaim palsu dan langkah itu menunjukkan "tidak dipedulikannya perlindungan hak asasi".

Badan hak asasi Human Rights Watch mengatakan pengadilan itu sebagai bagian dari upaya untuk meredam pemerintahan sementara.

"Pemerintah Mesir dalam bulan-bulan terakhir ini tidak menunjukkan toleransi terhadap bentuk pembangkangan dan menahan serta menuntut wartawan, demonstran serta akademisi yang berunjuk rasa secara damai.

Pemerintah Mesir menetapkan Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris walaupun kelompok itu menyanggah terlibat dalam sejumlah pemboman yang terjadi sejak digulingkannya Mohamad Morsi sebagai presiden.