Mesir akan kendalikan masjid independen

Sumber gambar, AFP
Pemerintah sementara Mesir memutuskan akan mengendalikan masjid-masjid independen sebagai upaya menangani para pembangkang Islam.
Menteri Wakaf Agama, Mohammed Mokhtar, mengatakan para pegawai kementerian akan membawa masjid-masjid tersebut ke dalam pengawasan negara dalam waktu sebulan.
Sekitar 10.000 dari total 130.000 masjid di <link type="page"><caption> Mesir</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/mesir/" platform="highweb"/></link> tidak berada di bawah kendali pemerintah.
Pemerintah menganggap kelompok-kelompok Islam, termasuk Ikhwanul Muslimin, menggunakan masjid untuk menyebarluaskan ideologi dan merekrut para anggota baru.
Bulan Januari, <link type="page"><caption> pemerintah sudah menetapkan tema khotbah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140131_mesir_khotbah.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> untuk sembahyang Jumat,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140131_mesir_khotbah.shtml" platform="highweb"/></link> yang biasanya mengandung protes politik.
Para pendukung Presiden Mohamed Morsi -yang digulinhkan militer- sering menggelar aksi unjuk rasa setelah mengikuti sembahyang Jumat.
Akhir tahun lalu pemerintah Mesir juga melarang lebih dari 50.000 000 ulama yang dianggap tidak memiliki izin untuk memberikan khotbah.
Sejak <link type="page"><caption> Presiden Morsi digulingkan oleh militer awal Juli 2013,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130703_militer_morsi.shtml" platform="highweb"/></link> pemerintahan sementara Mesir melarang keberadaan kelompok Ikhwanul Muslimin, yang mendukung Morsi.
Pemerintah juga menetapkan <link type="page"><caption> Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131226_muslimbrotherhoodterrorist.shtml" platform="highweb"/></link> setelah dituduh melakukan serangan atas besar polisi awal pada Desember 2013.









