Ilmuwan Uighur resmi ditangkap di Cina

Sumber gambar, AP
Pemerintah Cina menangkap secara resmi seorang ilmuwan terkemuka dari suku Uighur yang beragama Islam dan mendakwanya dengan separatisme.
Ilham Tohti -yang juga dikenal sebagai guru besar ekonomi di Beijing- berpandangan kritis terhadap kebijakan etnis pemerintah <link type="page"><caption> Cina.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/cina/" platform="highweb"/></link>
Istrinya, Guzaili Nuer, mengatakan telah menerima surat penangkapan resmi, Selasa (25/02), dengan dakwaan separatisme.
Tohti sudah berada di tahanan polisi sejak bulan lalu dan Nuer mengatakan dia ditahan di Xinjiang.
Amerika Serikat dan Uni Eropa sudah mengungkapkan keprihatinan atas penangkapan Tohti.
Masyarakat Uighur yang beragama Islam umumnya tinggak di Xinjiang, Cina barat, <link type="page"><caption> yang beberapa kali dilanda</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/06/130626_kerusuhan_cina.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> kerusuhan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/06/130626_kerusuhan_cina.shtml" platform="highweb"/></link> yang memakan korban jiwa.
Pemerintah Beijing biasanya menuding kerusuhan itu kepada ekstremis Uighur namun pegiat Uighur menuduh kerusuhan dipicu oleh ketegangan etnis dan ketatnya kendali pemerintah.
Media resmi Cina juga melaporkan Tohti diselidiki terkait 'kegiatan separatisme'.

Sumber gambar, AP
Istri Tohti mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa tuduhan itu 'tidak masuk akal'.
"Dia tidak pernah melakukan apa pun seperti itu. Dia seorang guru," tegas Nuer.









