Ledakan di Bangkok tewaskan tiga orang

Thailand

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Masih belasan korban ledakan di Bangkok yang harus dirawat intensif.

Seorang bocah perempuan meninggal karena luka yang dideritanya dalam ledakan granat hari Minggu (23/02) di Bangkok, sehingga jumlah korban menjadi tiga orang.

Granat meledak dekat lokasi protes anti-pemerintah di pusat ibukota dan langsung menyebabkan tewasnya seorang wanita berusia 59 tahun dan anak laki-laki berusia empat tahun.

Dokter mengatakan pada hari Senin (24/02) kakak perempuan bocah yang tewas lebih dahulu itu, meninggal karena cedera otak.

Dua puluh dua orang terluka, termasuk seorang anak berumur sembilan tahun yang kini dalam perawatan intensif.

Serangan hari Minggu terjadi beberapa jam setelah pria bersenjata menembaki massa aksi protes anti-pemerintah di Thailand timur, yang <link type="page"><caption> menewaskan seorang balita</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/02/140223_thaiattack.shtml" platform="highweb"/></link>.

Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra mengutuk serangan itu dan menggambarkannya sebagai "aksi teroris demi kepentingan politik".

Sekretaris Jendral PBB Ban Ki-moon juga turut menyerukan agar kekerasan "dari semua kubu" segera diakhiri.

'Pembalasan'

Ketegangan di Thailand meningkat semenjak gelombang protes anti-pemerintah dimulai pada bulan November.

Para demonstran menuntut pengunduran diri Yingluck agar pemerintahan sementara bisa dibentuk, tapi dia berkeras menolak.

Thailand

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Dalam dua hari terjadi dua kasus kekerasan terkait aksi protes anti-pemerintah Thailand.

Pekan lalu, beberapa orang tewas dalam <link type="page"><caption> bentrokan di Bangkok</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/02/140218_bangkok_unjukrasa.shtml" platform="highweb"/></link> ketika polisi membersihkan lokasi yang selama ini dipakai pengunjuk rasa.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan pada akhir pekan tersebut.

Namun wartawan BBC Jonathan Head di Bangkok mengatakan ini diduga awal pembalasan kelompok yang disebut "baju merah" yang dipimpin partai pemerintah, Pheu Thai.

Yingluck memimpin pemerintahan setelah menang pemilihan umum pada tahun 2011 dengan dukungan warga pedesaan Thailand.

Menanggapi protes tersebut, ia mengadakan pemilu dini pada 2 Februari lalu yang dimenangkan kubu pemerintah.

Namun, pemilu diboikot oleh oposisi dan sekitar 10% suara pemilihan terganggu oleh pengunjuk rasa di TPS. Akibatnya <link type="page"><caption> diperlukaan lagi pemilu sela</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/02/140203_thailand_pemilu_penghitungan.shtml" platform="highweb"/></link> agar pemerinathan baru dapat dibentuk.

Para wartawan mengatakan sabotase pemilu oleh para demonstran yang didukung oleh militer membuat pegiat kubu baju merah frustrasi.

Pada hari Minggu, para pemimpin pro-pemerintah Front Persatuan untuk Demokrasi melawan Kediktatoran (UDD) menggelar unjuk rasa yang dihadiri oleh ribuan pendukung.