Bentrok antipemerintah dan kepolisian Thailand

Bentrok antara kelompok antipemerintah dan kepolisian Thailand mengakibatkan tiga orang tewas dan 60 lainnya luka-luka.

Demonstran di tengah serangan gas air mata. Foto: Wally Santana/AP
Keterangan gambar, Seorang demonstran anti-pemerintah terjebak di tengah-tengah gas air mata saat bentrok dengan kepolisian Thailand di Bangkok, Selasa 18/02. Thailand menghadapi krisis politik anti-pemerintah sejak bulan November 2013.
Kepolisian Thailand mengarahkan senjata ke para demonstran. Foto: Damir Sagolj/Reuters
Keterangan gambar, Polisi Thailand berusaha merebut kembali gedung-gedung penting yang telah diduduki oleh para demonstran yang menyerukan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra untuk mundur.
Seorang polisi anti huru-hara terjatuh saat bom meledak. Foto: Apichart Weerawong/AP
Keterangan gambar, Sebuah bom meledak di dekat kelompok polisi anti huru-hara saat bentrok dengan para demonstran. Kerusuhan terjadi saat polisi berusaha mengamankan wilayah yang diblokir para demonstran di Bangkok.
Wartawan asing diselamatkan. Foto: Wason Wanichakorn
Keterangan gambar, Seorang wartawan asing yang terluka diangkut ke ambulans oleh tim medis. Bentrok antara kelompok anti-pemerintah dan kepolisian Thailand mengakibatkan tiga orang tewas dan 60 lainnya luka-luka.
Seorang demonstran. Foto: Damir Sagolj/Reuters
Keterangan gambar, Seorang demonstran berdiri di depan barikade polisi anti huru-hara Thailand di dekat kantor perdana menteri yang menjadi fokus para demonstran.
Poster Yingluck Shinawatra. Foto: Chaiwat Subprasom/Reuters
Keterangan gambar, Poster PM Yingluck Shinawatra yang dicorat-coret tampak dipajang oleh demonstran di sekitar kompleks kantor pemerintahan. Badan antikorupsi Thailand mengatakan akan melayangkan tuntutan kepada Yingluck terkait skema subsidi beras yang kontroversial.
Demonstran berhadapan dengan polisi Thailand. Foto: KC Ortiz/AFP
Keterangan gambar, Para pengunjuk rasa bergerak mendekati polisi dengan memindahkan barikade di jembatan Phan Fah di Bangkok. Mereka ingin pemerintahannya digantikan oleh "dewan rakyat" yang tidak terpilih untuk mereformasi sistem politik.
Seorang demonstran meminta rekannya menghentikan serangan. Foto: Wason Wanichakorn/AP
Keterangan gambar, Seorang demonstran menyerukan kepada rekan-rekan sesama demonstran untuk menghentikan serangan terhadap polisi yang bergerak mundur dengan menggunakan truk. Pengunjuk rasa anti-pemerintah ingin Perdana Menteri Yingluck Shinawatra Klik mundur, karena menduga ia dikendalikan oleh kakaknya, mantan pemimpin Thaksin Shinawatra