Diduga bayar Corby, TV Australia digerebek

Sumber gambar, AFP
Kepolisian Australia menggerebek kantor jaringan televisi Channel 7 di tengah spekulasi televisi akan membayar terpidana narkotika Schapelle Corby untuk mendapatkan wawancara.
Polisi mengatakan penggerebekan dilakukan atas dasar peraturan yang melarang pelaku kejahatan mengeruk keuntungan dari tindakannya.
Corby dijatuhi hukuman penjara 20 tahun pada 2005 setelah dinyatakan menyelundupkan mariyuana ke Bali.
Awal bulan ini <link type="page"><caption> permohonan bebas bersyarat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/02/140207_corby_bebas.shtml" platform="highweb"/></link> yang diajukan Corby disetujui pemerintah Indonesia.
Televisi Channel 7 mengecam penggerebekan kepolisian federal Australia dengan alasan belum ada kesepakatan yang dicapai dengan Corby.
"Kepolisian Federal Australia (AFP) sebelumnya meminta informasi mengenai Corby dan kontrak yang mungkin telah kita buat, dan kami memberikan semua informasi yang diminta dan memberikan perintah kepada tim pengacara kami untuk memberikan informasi tambahan yang mungkin mereka miliki," kata Tim Worner, pucuk pimpinan Seven West Media, yang membawahi Channel 7.
"Tampaknya AFP tidak percaya bahwa kita belum mencapai kesepatan atau pemahaman dengan Schapelle Corby."
Kasus Corby mendapat perhatian besar di Australia. Puluhan wartawan dan juru kamera terbang ke Bali guna meliput pembebasan bersyarat Corby dari penjara di Kerobokan, Bali.
Muncul spekulasi bahwa Corby dan keluarganya melakukan negosiasi untuk menjual kisahnya.









