Rakyat Thailand mulai berikan suara

Sumber gambar, Reuters
Jutaan warga Thailand memberikan suara mereka dalam pemilu yang diboikot oleh kubu oposisi dan diwarnai aksi protes keras.
Kelompok anti-pemerintah melakukan berbagai aksi untuk mengganggu jalannya pemilu di Thailand dan melanjutkan upaya mereka memaksa Perdana Menteri Yingluck Shinawatra agar mundur.
PM Yingluck sudah memberikan suaranya pagi hari di Bangkok begitu Tempat Pemungutan Suara dibuka, Minggu (02/02).
"Ini hari yang penting,'" kata PM Yingluck setelah memberikan suaranya. "Saya mengundang seluruh rakyat Thai untuk keluar rumah dan memberikan suara untuk menegakkan demokrasi."
Pemilu awal ini adalah upaya PM Yingluck untuk meredakan protes yang bertubi-tubi menghantam pemerintahannya sejak November lalu.
Sementara kubu lawan turun ke jalan-jalan sebagai bentuk penentangan karena pemerintahnya memulai proses turunnya UU Amnesti yang bisa memulangkan kakaknya, miliader yang juga mantan PM Thaksin, kembali dari pengasingan.
Dihalangi
Thaksin kabur dari negerinya tahun 2008 di tengah rangkaian persidangan yang mengadili perkara tudingan korupsi terhadap dirinya dan kroninya.
Menurut kubu oposisi, pria itulah yang sebenarnya mengendalikan pemerintahan negeri Gajah Putih itu dari kejauhan.
Akibat panasnya suhu politik, pasukan pengamanan berjaga ketat di seluruh penjuru Thailand, sementara sebagian besar wilayah negara itu berada <link type="page"><caption> di bawah UU Darurat </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140121_thailand_darurat.shtml" platform="highweb"/></link>akibat maraknya aksi protes.

Sumber gambar, AFP
Menurut pejabat keamanan sekitar 130.000 personel dikirim ke seluruh penjuru negeri termasuk 12.000 yang disiagakan di Bangkok.
Wartawan BBC setempat, Jonathan Head, mengatakan para demonstran menghalangi jalan calon pemberi suara ke lokasi TPS serta <link type="page"><caption> memblokade kiriman surat suara</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140131_thailand_pemilu_protes.shtml" platform="highweb"/></link> ke TPS-TPS setempat.

Sumber gambar, AFP
"Ini terlalu berlebihan. Saya ingin memberikan suara,"' kata Yupin Pintong, seorang warga setempat mengomentari <link type="page"><caption> sikap kelompok oposisi </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140126_thailand_pemilu.shtml" platform="highweb"/></link>kepada kantor berita Associated Press.. Ia kesal langkahnya ke TPS dihalang-halangi.
"Saya tak peduli kalau rusuh. Saya akan sangat kesal kalau sampai gagal memberikan suara."









