Pemrotes di Thailand dilempari bahan peledak

Pemrotes di Thailand

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Serangan kali ini terjadi pada siang bolong terhadap kelompok penentang pemerintah.

Serangan terhadap pengunjuk rasa yang menentang pemerintah di ibukota Thailand, Bangkok, menyebabkan sedikitnya 28 orang luka-luka.

Alat berisi bahan peledak dilempar dari gedung ke arah pengunjuk rasa yang sedang menggelar aksi pada Jumat, 17 Januari, yang dipimpin langsung oleh pemimpin pengunjuk rasa Suthep Thaugsuban.

Thaugsuban tidak mengalami luka-luka tetapi para pengunjuk rasa dan petugas keamanan termasuk di antara korban.

Tidak lama setelah peristiwa itu, sebagian pemrotes yang marah dengan membawa pentungan melakukan pengejaran di gedung-gedung sekitar. Tetapi mereka tidak menemukan pelaku.

Menurut seorang pengunjuk rasa, Tannawat Somphet, terdengar bunyi ledakan keras.

"Saya berjalan di samping Suthep untuk membuka jalan agar orang-orang bisa menyerahkan bantuan. Saya berjalan ke arah tiang listrik sekitar 50 meter dari lokasi kejadian, dan saya mendengar ledakan keras," katanya.

Wartawan BBC di Bangkok Jonathan Head melaporkan memang selama satu minggu terakhir terjadi beberapa insiden penembakan, tetapi berlangsung pada malam hari dengan sasaran pos-pos keamanan.

"Serangan hari ini terjadi pada siang bolong dengan menggunakan alat peladak, mungkin granat," jelas Head.

Kelompok pengunjuk rasa berusaha memaksa menurunkan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra.

Perdana menteri telah menyatakan pemilihan dini <link type="page"><caption> akan digelar pada 2 Februari</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/01/140115_thailand_protes.shtml" platform="highweb"/></link> tetapi kubu oposisi menegaskan akan memboikot pemilu.