Tiga pemrotes Kamboja tewas di tangan polisi

Protes di Kamboja
Keterangan gambar, Warga menggelar berbagai aksi menentang pemerintah dan menuntut perbaikan.

Kepolisian Kamboja mengeluarkan tembakan ke arah pengunjuk rasa dari kalangan pekerja pabrik di Phnom Penh yang menewaskan setidaknya tiga orang.

Seorang juru bicara kepolisian mengatakan polisi turun tangan setelah sembilan anggotanya mengalami luka-luka akibat lemparan batu dan katapel.

Tindakan polisi dikatakan hanya menjalankan tugas.

"Kami hanya menjalankan kewajiban, peran, dan tugas. Sekarang, kami mengamankan situasi," kata juru bicara militer Kheng Tito.

Protes hari ini (03/01) merupakan bagian dari mogok kerja nasional guna menuntut kenaikan upah minimum.

Para pekerja meminta pemerintah menaikkan upah minumum dua kali lipat menjadi US$160 atau sekitar Rp1,9 juta per bulan.

Industri manufaktur Kamboja menyerap sekitar 500.000 tenaga kerja. Garmen tercatat sebagai ekspor terbesar negara itu termasuk produk-produk merek ternama seperti Gap dan Nike.

Kekerasan terjadi di tengah kekacauan politik ketika kubu oposisi menggelar demonstrasi setiap hari untuk menuntut <link type="page"><caption> pengunduran diri Perdana Menteri Hun Sen</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131229_kamboja_protes.shtml" platform="highweb"/></link> dan menuntut pemilihan umum baru.

Kubu oposisi pimpinan Sam Rainsy menuduh Hun Sen mencurangi pemilihan umum Juli lalu.