Arab Saudi beri hibah militer Lebanon US$3 miliar

Pemerintah Arab Saudi akan memberikan hibah sebesar US$3 miliar kepada militer Lebanon dan akan digunakan untuk membeli senjata dari Prancis, kata Presiden Lebanon Michel Suleiman.
Kepastian tersebut diumumkan oleh presiden dalam pidato televisi setelah pemakaman,<link type="page"><caption> Mohamad Chatah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131229_beirut_bom.shtml" platform="highweb"/></link>, seorang politikus senior Lebanon yang tewas dalam serangan bom mobil.
"Raja Kerajaan Arab Saudi menawarkan bantuan besar dan murah hati senilai US$3 miliar untuk militer Lebanon guna memperkuat kemampuannya," kata Presiden Suleiman.
Menurutnya, hibah Arab Saudi ini tercatat sebagai bantuan terbesar dalam sejarah Lebanon dan akan digunakan untuk membeli senjata dari Prancis.
Presiden Suleiman mengatakan hibah Arab Saudi ini akan memungkinan militer Lebanon "menghadapi terorisme" dan menghentikan proliferasi senjata.
Sementara itu Presiden Prancis Francois Hollande langsung menyambut rencana Lebanon membeli senjata dari negaranya.
"Saya berkomunikasi dengan Presiden Suleiman... Bila ada permintaan ke kami, kami akan memenuhi permintaan itu," jelasnya.
Arab Saudi dan Hisbullah mengambil sikap berbeda dalam konflik di negara tetangga Lebanon, Suriah.
Wartawan BBC urusan Arab, Sebastian Usher, mengatakan secara tidak langsung presiden Lebanon menyentuh tabu berbahaya mengenai kekuasaan gerakan Hisbullah yang beraliran Syiah.
Hisbullah mendukung pemerintah pimpinan Presiden Assad sementara Arab Saudi mendukung pemberontak yang sebagian besar dari kalangan Sunni.









