Hizbullah tuduh Saudi dalangi pengeboman di Lebanon

Pemimpin kelompok militan Syiah Lebanon Hizbullah mengatakan Arab Saudi berada di balik aksi pengeboman di luar kedutaan Iran di Beirut bulan lalu.
Hassan Nasrallah mengatakan kepada televisi Lebanon OTV bahwa serangan tersebut "terkait dengan dinas intelijen Saudi."
Pasalnya, kelompok jihad Islam Sunni Brigade Abdullah Azzam, menurut Nasrallah, "memiliki emir dan dia adalah orang Saudi."
Brigade Abdullah Azzam merupakan pelaku <link type="page"><caption> aksi bom bunuh diri</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131119_lebanon_iran_kedutaan.shtml" platform="highweb"/></link> yang menewaskan 25 orang itu.
Pimpinan Hizbullah ini juga menambahkan bahwa ledakan dekat kedutaan - yang terletak di basis Hizbullah di Beirut ini -, memiliki kaitan dengan kemarahan Arab Saudi terhadap Iran atas kegagalannya di Suriah.
Seperti diketahui, Hizbullah dan kelompok pendukungnya membela Presiden Suriah Bashar al-Assad, sementara kelompok Sunni di Arab Saudi membela kelompok pemberontak.
Arab Saudi, yang mengutuk aksi pengeboman, sejauh ini belum berkomentar atas klaim Hassan Nasrallah.
Di antara <link type="page"><caption> korban tewas di Beirut pada 19 November lalu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131119_lebanon_iran_kedutaan.shtml" platform="highweb"/></link> adalah Atase Kebudayaan Iran Sheikh Ibrahim Ansari. Lebih dari 140 orang luka-luka.
Brigade Abdullah Azzam menggambarkan serangan itu sebagai "jihad ganda yang dilakukan oleh dua pahlawan dari Sunni Lebanon".









