Mesir tangkap 16 pendukung Ikhwanul Muslimin

Pihak berwenang Mesir menangkap sedikitnya 16 pendukung kelompok Ikhwanul Muslimin yang sudah dinyatakan terlarang.
Mereka yang ditangkap hari ini termasuk putra seorang wakil Ikhwanul Muslimin yang digulingkan dari kekuasaan ketika <link type="page"><caption> militer menggusur Presiden Mohamed Morsi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2013/07/130704_mesir_analisis.shtml" platform="highweb"/></link> Juli lalu.
Kantor berita Mesir, MENA, melaporkan ke-16 pendukung Ikhwanul Muslimin ditangkap karena dicurigai menyebarkan ideologi kelompok dan menyulut kekerasan terhadap militer dan polisi.
Kemarin (25/12) pemerintah menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai <link type="page"><caption> kelompok teroris</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131226_muslimbrotherhoodterrorist.shtml" platform="highweb"/></link> sebagai tanggapan atas serangan bunuh diri sehari sebelumnya di Delta Nil yang menewaskan 16 orang. Kelompok tersebut dituduh sebagai pelaku serangan.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri memperingatkan bahwa semua orang yang mengambil bagian dalam protes Ikhwanul Muslimin akan ditindak tegas.
"Hukumannya bisa berupa hukuman mati bagi mereka yang memimpin organisasi," kata Hani Abdel Latif.
Penangkapan terbaru pendukung Ikhwanul Muslimin terjadi pada hari yang sama dengan serangan bom di bus di ibukota Kairo yang menyebabkan lima orang luka-luka, termasuk satu luka kritis.
Aksi ini diperkirakan sebagai serangan bom pertama terhadap warga sipil.









