Oposan Thailand kepung stadion Bangkok

Unjuk rasa kelompok oposisi Thailand terus berlanjut.
Keterangan gambar, Unjuk rasa kelompok oposisi Thailand terus berlanjut.

Puluhan ribu anggota kelompok oposisi Thailand telah mengepung sebuah stadion olah raga di Bangkok, yang akan dijadikan lokasi kampanye seorang calon peserta pemilu.

Massa memblokir semua pintu masuk ke stadion, seperti dilaporkan wartawan BBC di Bangkok, Jonathan Head.

Belum diketahui apakah tuntutan pengunjukrasa ini akan diizinkan untuk masuk ke dalam stadion.

Sejak awal kelompok oposisi menolak tawaran pemilu yang diserukan pemerintahan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra sebagai jawaban atas tuntutan agar dirinya mundur.

Yingluck Shinawatra <link type="page"><caption> menolak tuntutan pengunjuk rasa </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131210_thailand_pemilu.shtml" platform="highweb"/></link>agar dirinya mundur sebelum pemilihan umum dini.

Sebaliknya, Yingluck mengatakan akan membubarkan parlemen dan menggelar pemilu pada awal Februari tahun depan.

Pemerintah Thailand telah merencanakan menggelar pemilu pada Februari 2014 nanti.

Sabtu (21/12) lalu, pendukung kelompok oposisi Partai Demokrat telah mengatakan akan<link type="page"><caption> melakukan boikot pemilu</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131222_thailand.shtml" platform="highweb"/></link> pada 2 Februari mendatang.

Didukung masyarakat bawah

Tuntutan agar Yingluck Shinawatra mundur dari kursi Perdana menteri terus berlanjut, setelah anggota parlemen dari <link type="page"><caption> Partai Demokrat menyatakan mundur</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131208_thailand_politik.shtml" platform="highweb"/></link> secara bersamaan dari parlemen.

Kelompok oposisi menuntut Yingluck Shinawatra mundur dari jabatannya.
Keterangan gambar, Kelompok oposisi menuntut Yingluck Shinawatra mundur dari jabatannya.

Dalam berbagai aksinya, kelompok oposisi mendesak Yingluck Shinawatra mengundurkan diri karena dianggap dikendalikan oleh abangnya, Thaksin Shinawtra yang kini mengasingkan diri di luar negeri.

Thailand telah diguncang 18 kali kudeta pemerintahan sejak 1932, namun tidak semuanya berhasil.

Thaksin Shinawtra, yang dipuja di kalangan masyarakat pedesaan dan kelas pekerja, khususnya di wilayaha utara dan timur, merupakan taipan dan belakangan terjun ke politik.

Kelompok elit dan inteletual menentang Thaksin karena dianggap sebagai koruptor.

Partai-partai pro-Thaksin telah memenangkan pemilu sejak 2001, termasuk kemenangan telak Yingluck dua tahun lalu.