Peringatan kemungkinan perang saudara Thailand

Kepala staf Angkatan Darat Thailand, Jenderal Prayut Chan-ocha, memperingatkan kemungkinan perang saudara jika pemilihan umum dini tetap dilaksanakan.
Perdana Menteri Yingluck Shinawatra sudah <link type="page"><caption> membubarkan parlemen</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131209_thailand_seruan_pemilu.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> dan akan menggelar pemilu pada Februari 2014</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131209_thailand_seruan_pemilu.shtml" platform="highweb"/></link> untuk menanggapi aksi unjuk rasa yang menuntut pengunduran dirinya.
Namun Jenderal Chan-ocha mengusulkan agar rencana pemilihan umum ditunda, seperti dilaporkan wartawan BBC, Jonathan Head, dari Bangkok.
Penundaan itu, tambahnya, akan memungkinkan pemerintah dan kubu oposisi membahas perbedaan mereka.
Aksi unjuk rasa antipemerintah berlangsung sejak awal bulan ini karena menganggap pemerintahan Yingluck didalangi abangnya, Thaksin Shinawatra yang digulingkan militer dari kursi perdana menteri tahun 2006.
Thaksin -yang kini melarikan diri ke luar negeri sudah didakwa secara in absentia dalam kasus korupsi.
<link type="page"><caption> PM Yingluck menolak untuk mengundurkan diri</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131210_thailand_pemilu.shtml" platform="highweb"/></link> dan menegaskan hanya pemilihan umum yang bisa memutuskan pihak yang memerintah.

Sementara kubu oposisi ingin pemerintah diganti oleh 'Dewan Rakyat' yang akan menyusun rencana reformasi politik.
Militer <link type="page"><caption> Thailand</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/thailand/" platform="highweb"/></link> memiliki sejarah panjang untuk campur tangan dalam politik namun dalam kebuntuan antara pemerintah dan oposisi saat ini masih belum berpihak.









