Abhisit didakwa pembunuhan di Thailand

Thailand
Keterangan gambar, Pengunjuk rasa meminta polisi meninggalkan kompleks kantor perdana menteri.

Pimpinan kubu oposisis Thailand, Abhisit Vejjajiva, hadir di pengadilan untuk dakwaan pembunuhan terkait dengan aksi pengamanan miliiter.

Ketika masih menjabat perdana menteri, militer dituduh menggunakan kekerasan untuk membubarkan para pengunjuk rasa dan lebih dari 90 orang tewas ketika aparat keamanan melepas tembakan.

Abhisit dituduh menyetujui penggunaan senjata oleh militer namun dia membantah dakwaan yang diajukan kepadanya.

Para pengunjuk rasa di ibukota Bangkok tiga tahun lalu tersebut mendukung Thaksin Shinawatra, yang digulingkan dari kursi perdana menteri tahun 2006.

Saat ini Abhisit merupakan salah satu pemimpin oposisi yang ingin menggulingkan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra, yang dianggap dikendalikan oleh abangnya, Thaksin.

Walau Yingluck sudah mengumumkan akan membubarkan parlemen dan <link type="page"><caption> menggelar pemilu pada 2 Februari 2014,</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131209_thailand_seruan_pemilu.shtml" platform="highweb"/></link> para penentangnya menuntut agar dia mengundurkan diri.

Dia sudah <link type="page"><caption> menegaskan tidak akan mengundurkan diri.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131210_thailand_pemilu.shtml" platform="highweb"/></link>

Hari Kamis (12/12) sekelompok pengunjuk rasa kembali meneruskan taktik mereka sejak pekan lalu dengan mengepung kantor-kantor pemerintah dan memutus aliran listrik ke kompleks kantor perdama menteri <link type="page"><caption> Thailand.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/thailand/" platform="highweb"/></link>

Mereka juga menuntut agar polisi meninggalkan kompleks perdana menteri dan mengancam untuk menerobos masuk.